PERAN MAHASISWA DALAM MENDORONG ADAPTASI EKONOMI DIGITAL BAGI MASYARAKAT MENENGAH KE BAWAH.

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fmedium.com%2F%40nuruloctaviani585%2Fdi-tangan-mahasiswa-ekonomi-digital-bisa-lebih-merata-e1743b53d30b&psig=AOvVaw3PQyYb_hXi9RvTsUFHV5WL&ust=1754717947197000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBkQjhxqFwoTCJjMkPe_-o4DFQAAAAAdAAAAABAE


 PENDAHULUAN

Teknologi digital mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Hal ini juga mengubah ekonomi. Transaksi jual beli yang sebelumnya hanya dapat dilakukan secara tatap muka kini dapat dilakukan hanya dengan memanfaatkan ponsel dan jaringan internet di rumah. Inilah yang disebut ekonomi digital sistem ekonomi berbasis teknologi informasi yang diterapkan untuk produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Secanggih apapun teknologi dan seluas apapun penggunaan internet, tidak semua orang dapat mengikutinya, terutama kelas menengah ke bawah.

Tantangan tersebut, seperti keterbatasan pengetahuan tentang penggunaan teknologi, akses terbatas ke perangkat digital, dan rendahnya literasi keuangan digital, menjadi tantangan berat bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Oleh karena itu, populasi yang tidak mampu memanfaatkan berbagai kemungkinan yang ditawarkan oleh dunia digital, yang ditawarkan melalui berbagai cara seperti perdagangan daring dan pemasaran produk melalui media sosial yang dapat dibayar melalui dompet elektronik.

ISI

Pemanfaatan teknologi bukan hanya berarti penggunaan alat, tetapi juga pemahaman terhadap sistem dan peluang yang ditawarkannya. UMKM kecil dan menengah belum optimal memanfaatkan platform digital seperti marketplace, media sosial, serta layanan keuangan digital karena masyarakatnya belum teredukasi, belum tersedianya infrastruktur, dan juga kurangnya kepercayaan terhadap teknologi.

Mahasiswa memiliki keunggulan dalam hal pengetahuan daring, dan teknologi. Memulai program pelatihan digital bagi mahasiswa di lingkungan berbasis komunitas akan memungkinkan mereka mentransfer pengetahuan praktis kepada masyarakat. Misalnya, mahasiswa dari bidang administrasi dapat membantu UMKM memahami proses pencatatan keuangan digital, sementara mahasiswa dari bidang ekonomi dapat memandu mereka dalam berbagai strategi penetapan harga dan strategi pemasaran daring.

Kolaborasi di lingkungan kampus juga memperkuat. Dengan menciptakan program pengabdian masyarakat berbasis ekonomi digital, mahasiswa dapat menyatukan aspek administrasi publik, kebijakan digital inklusif, dan pemberdayaan ekonomi. Ini sejalan dengan semangat integrasi antara ekonomi dan administrasi untuk kemajuan bersama, yang lalui oleh budaya akademik yang proaktif.
Kehadiran mahasiswa dalam mendampingi masyarakat bukan sekadar aksi sosial melainkan bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan inklusif berbasis teknologi. Inilah langkah bersama dalam harmoni yang berpijak pada semangat kolaboratif.

Pentingnya mahasiswa sebagai yang telah memperoleh wawasan dan pengetahuan tentang teknologi, mereka dapat menjadi jembatan penghubung antara dunia digital dan masyarakat luas. Mahasiswa tidak hanya terpaku pada pembelajaran teori di kampus, melainkan, mereka diharapkan dapat menerapkan pengetahuan ini secara praktis dalam kehidupan nyata. Jika ditanamkan rasa kerja sama dan tanggung
jawab sosial, mahasiswa dapat menjadi pelopor perubahan dalam mendorong penyesuaian diri terhadap ekonomi digital di antara mereka yang belum sepenuhnya merasakan manfaatnya.

Melalui program sosial masyarakat, pelatihan digital, dan pengabdian masyarakat, mahasiswa dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah memahami cara memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif. Dengan demikian, integrasi ekonomi dan administrasi era digital dapat terlaksana secara inklusif. Hal ini merupakan kontribusi mahasiswa dalam menciptakan kemajuan bersama melalui semangat kolaborasi yang saling memperkuat.

PENUTUP

Peran mahasiswa dalam mendorong adaptasi ekonomi digital menjadi kunci penting untuk menciptakan kesetaraan akses dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat menengah ke bawah. Dengan pendekatan kolaboratif antara ilmu ekonomi dan administrasi, serta penerapan pengetahuan di dunia nyata, mahasiswa dapat mempercepat integrasi masyarakat ke dalam ekosistem digital yang inklusif. Sudah saatnya ikut berkontribusi aktif, karena perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

REFERENSI

Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2023). Strategi Nasional Ekonomi Digital. https://ekon.go.id/publikasi/detail/5194/dorong-akselerasi-transformasi-digital-kemenko-perekonomian-gelar-workshop-penyusunan-strategi-nasional#:~:text=Pada%20kesempatan%20tersebut%2C%20Kementerian/Lembaga,guna%20mewujudkan%20transformasi%20digital%20nasional

Wahyuni, S. (2022). Digitalisasi UMKM di Era Industri 4.0. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15(2), 45-57.

BPS. (2024). Statistik UMKM Indonesia 2024. https://kadin.id/data-dan-statistik/umkm-indonesia/

Tambunan, T. (2021). Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia: Masalah dan Solusinya. Jakarta: LPFE UI. https://scholar.google.com/scholar?cites=6134879008828641497&as_sdt=2005&sciodt=0,5&hl=en#d=gs_qabs&t=1754925005102&u=%23p%3D-aecZRZy9TsJ


Nama : Syifa Rufaidah 
NIM : 925111008518
Program Studi : Pendidikan Bisnis
Kelompok : 14

Comments